Pagi itu kamis
24 Desember 2015 kegiatan yang selalu kami lakukan dikala kumpul semua adalah “blusukan” ke pelosok Banyuwangi. Ketika
teman yang kerja diluar banyuwangi sedang cuti natal dan yang kuliah lagi libur
semesteran (kalo gak salah ... hehe lupa). Kita ber-enam (kholid bedun, bagus ipung,
bagus bagong, rizky gendut, royan kijoz, dan edi edeh) yang juga sudah seperti
saudara sendiri karena 3th hidup bersama waktu sekolah di SMK ternama di
Banyuwangi (SMKN 1 GLAGAH :D), ceritanya sih sekalian reunian.
Setelah sebelumnya dirapatkan malam harinya (malam kamis) di warung kopi cak wang genteng (sebenernya saya gak ikut rapat sih, soalnya takut paginya gak bisa bangun pagi “hehe alasan klasik”) diputuskan blusukan kali ini tujuannya explore wedi ireng. Eits... tapi kalau ke wedi ireng aja sudah biasa, trus kemana kita pergi? Duduk manis dulu aja deh baca sampe habis kalo pengen liat keindahan tersembunyi di wedi ireng.
![]() |
"Ini foto waktu rapat
malem kamis di warung kopi cak wang genteng"
|
Tepat
jam 9 aku, bagong, edeh, gendut berangkat dari rumah wadung pastinya dengan
bawaan ribet seperti terpal, konsumsi, dan perlengkapan nge-camp lainnya
(sengaja pakai terpal biar lebih kerasa kesederhananya, haha padahal ya adanya
itu aja). Sampai dirumah bedun alias kholid di glowong gambiran jam 10 , dan
ternyata doi malah baru bangun alhasil ngopi dulu sambil nunggu si kijoz otewe dari rumahnya di rogojampi.
Setelah molor sana sini akhirnya berangkat dari rumah bedun jam 11 siang
langsung meluncur ke arah pantai wedi ireng (yang belum tau wedi ireng itu
jalannya searah sama Pulau Merah dan arah ke pantai pancer). Waktu tempuh
glowong ke PM yang biasanya ditempuh selama 1,5 jam ini Cuma ditempuh dalam
waktu ½ jam saja bisa dibayangin sendiri lah gimana model setiran orang-orang
tambang, gila men... wahana pendulum atau halilintar jatim park mah kalah kalo
masalah berpacu adrenalin (bukannya lebay, tapi nyata menn haha). Setelah
melewat PM (Pulau Merah) istirahat sebentar untuk sholat dhuhur. Sekitar jam
12.30 perjalan lanjut lagi, dan sekitar jam 12. 50 kita sampai di pantai
pancer. Nah sedikit tips kalau ingin bermalam di wedi ireng titip aja kendaraannya
(motor) ke rumah warga, selain aman ternyata warga nelayan pantai pancer
ramah-ramah dan kalo beruntung bisa ketemu anaknya yang punya rumah hehe. Setelah
beres negosiasi masalah biaya, langsung kita lanjut perjalanan ke pantai Wedi
Ireng. Nah disini ada dua pilihan buat ke wedi ireng yaitu nyebrang pakai kapal
nelayan atau tracking naik turun bukit. Karena kita ngakunya anak alam,
diputuskan deh buat tracking (sebenernya buat hemat budget juga sih ... haha)
kurang lebih 30 menit dengan medan yang lumayan bikin ngos ngosan. Sebelum
mulai tracking kita didata dulu sambil
bayar administrasi, kalo ini sudah masalah bos besar (bedun &
bagong). setelah tracking di medan yang cukup mendukung karena cuaca sedang
cerah saat itu tepat 30 menit sampai di Pantai Wedi Ireng. Kita istirahat dulu
sambil beli tambahan amunisi air mineral. Sekitar 15 menit istirahat kami
melanjutkan tracking ke tujuan awal sebut saja pantai singhing (haha karena
pantai ini belum ada namanya). Karena yang namanya blusukan bermodalkan
pengetahuan dan informasi dari google map jangan mengharapkan jalan mulus deh.
Saya sarankan pakai sandal buat tracking dan hati –
hati karena jalannya lewat tebing curam dan batu batu karang besar. Dan awas
kalau pegang batu karangnya, soalnya tajam. Sekitar hampir 1 jam tracking dan
akhirnya...... Alhamdulillah sampai juga, dan pemandangannya subhanallah
sungguh luar biasa, masih sepi dan tampak seperti pantai pribadi. Tapi sayang
sedikit terganggu dengan sampah yang dibawa ombak. Peringatan nih buat kalian
yang baca tulisan ini, JANGAN BUANG SAMPAI DI SUNGAI! Karena apa, akhir-
akhirnya ya kelaut juga!
Dan setelah
sampai tak lupa kita bersyukur kepada sang pencipta dengan sholat ashar lebih
dulu. setelah sholat dan bermain main kecil di pinggir pantai kami melihat spot
very nice yaitu berbentuk semacam
bukit layaknya tanjakan cinta di Gn. Semeru. Kami menamakan bukit ini tanjakan
cintanya Banyuwangi hehe. Pengen liat penampakan diatas bukit? Nih tak kasih
fotonya
![]() |
|
"Melepas lelah dengan menu sederhana bersama sahabat
istimewa"
|
|
"tuh sampai di repost di-instagram segala :D"
|
Oke cukup dulu
seneng – seneng menikmati “lukisan nyata
Tuhan” kita bangun tenda dan menyiapkan perapian untuk malam hari. Setelah
selesai semua istirahat sebentar sambil nunggu magrib sambil nge-teh dan ngopi.
Tibalah waktu magrib dan tak lupa untuk menunaikan sholat magrib. Setelah
sholat magrib perasaan mulai tidak enak dari semula siang tadi cuaca cerah
seketika berubah menjadi mendung dan berkabut. Tepat pada waktu isya’ ketika
akan sholat isya’ hujan pun turun dengan derasnya dan kita semua kalang kabut
berlarian masuk ke tenda, sekitar pukul 8 malam disinilah sebenarnya inti
ceritanya tiba2 hujan deras dengan intensitas yang luar biasa disertai angin
kencang khas pantai selatan dan juga petir. Sesekian kali tenda sempat terbuka
terkena air dan tak bisa dihindari air hujan masuk. Masih ngeri kalau membayangkan waktu itu rasanya pengen pensiun ngetrip,
baru trip kali ini yang bisa buat kita merasa kapok trap trip lagi :D. Dari mulai
isya’ sekitar sampai subuh hujan terus mengguyur sampai semua badan basah kuyup
didalam tenda mana badan gatal gatal digigit hewan kecil sejenis nyamuk, tapi
lebih parah gatalnya dibanding nyamuk. Sudah gak usah dibayangkan gimana
rasanya terkena badai semalaman dan kelaparan, rasanya sudah pasrah aja deh
ketika suara dan kilatan petir semakin
terdengar keras. Tapi kita semua tetap menunjukkan wajah tenang sambil sedikit
senyum-senyum (padahal dalam hati kecilku “ndredeg”
gak karuan mennn sumpah). Tidurpun enggak bisa sekalipun bisa itupun gak
nyenyak, kalo pas diposisi ini dalam hati “ngapain juga blusukan ke tempat
kayak gini, mending tidur dirumah anget”
tapi ya daripada mengeluh terus mencoba sabar menunggu subuh. Tapi waktu itu
sungguh terasa sangat lama sekali. Setelah semalaman dihantam badai, akhirnya
malam-pun berlalu tapi masih sedikit gerimis dan pagi itu matahari masih enggan
menyapa. Tanpa pikir panjang dan tanpa dikomando secara reflek langsung
bergegas membersihkan tempat camp dan bongkar tenda ditengah terpaan angin yang
bisa dibilang masih lumayan kencang. Sekitar pukul 5.30 kita semua meninggalkan
pantai singhing dan kembali ke pantai
Wedi Ireng. Terlihat wajah bebas dan
lega ketika melihat teman-teman semua sudah menginjakkan kaki di Pantai wedi
Ireng... dan rejekinya juga, pantai wedi ireng jam segitu masih sueepi
buanget.. rekomendasi buat kalian yang suka wisata tenang dan damai silahkan
saja datang sepagi itu hahaha.
![]() | ||||||
| “Bentuk senyum bersyukur setelah semalaman dihantam badai pantai selatan” |
Apakah cukup
sampai disitu? Eitss... belum, kita masih harus berjuang tracking kembali ke
pantai pancer dan bisa dibayangkan sendiri lah gimana kondisi jalan setelah
semalaman diguyur hujan. Nih penampakannya :D
Nih ada bonus
pemandangan indah pagi hari diambil di bukit ketika perjalanan pulang..
Udah ah segitu aja, kalau
kalian kepengen pengalaman tak terlupakan seperti kita silahkan dicoba sendiri
aja hehe tapi resiko tanggung sendiri ya... dan yang terpenting jangan pernah
tinggalkan sampah apapun ketika kalian mengunjungi tempat tempat beautiful kek gini.... Salam Lestari!
Bonus spesial dari kita
nih timelapse video dari pantai singhing...
Tunggu ulusan wisata
blusukan ala penghuni Singhing Kost yang lain ya di blog saya ini, yang
pastinya gak kalah seru sama cerita kita di tempat ini..
- Bagus Saifurrohman Hadi -




ConversionConversion EmoticonEmoticon